Tampilkan postingan dengan label PristianSurono. Tampilkan semua postingan
PristianSurono × Tips
Tentu kita bertanya-tanya, “Gimana sih mencerdaskan akal ?“, atau mungkin Anda pernah ngomong, "Pengen dong biar akal kita tambah cerdas “, dan ungakapan-ungkapan lain yang serupa...
Anda mungkin pernah ikut psikotest di SD, SMP atau SMA masa sekolah dulu. Dengan mengikuti test itu kita bisa mengetahui tingkat kecerdasan kita, apakah termasuk kategori cerdas, pandai, rata-rata atas, rata-rata bawah, imbibisil, atau bahkan idiot. (Tapi kayaknya kalo yg terakhir ini insyaAllah bukan yg lagi baca tulisan ini, he..he...).
Saya punya pengalaman menarik waktu sekolah SMA dulu. Saya dulu punya teman sekelas satu bangku yang kerjaanya kalau pas guru menerangkan di kelas lebih banyak ia gunakan untuk tidur. Sebelum mulai tidur temen saya ini punya kebiasaan berpesan pada saya, “Pristian,kamu dengerin materi yang disampaikan guru ya,nanti kamu terangkan ke saya ya “, kurang lebih begitu pesanya ke saya. Dan uniknya lagi setiap ke sekolah ia hanya bawa 1 buku tulis. Satu buku tulis itu ia gunakan untuk mencatat seluruh mata pelajaran yg diajarkan di sekolah, dan hebatnya catatan yang tertulis dalam bukunya itu hanya beberapa lembar saja alias bukunya masih bersih dari catatan (bisa dibayangkan betapa tidak niatnya temen saya ini sekolah) dan itu dilakukan sampai menjelang ujian akhir nasional kelas 3. Tapi...Akhirnya temen saya ini lulus sekolah dengan nilai matematika tertinggi di kelas. Lho... kapan belajarnya kalau dikelas kerjaanya hanya tidur?
Yang saya amati dari model belajar temen saya ini sangan mirip sistem kebut semalam (SKS), jadi dia belajar jika ada ulangan atau menjelang ujian saja, tapi jangan ditiru ya, karena temen saya ini memang istimewa dari sisi kecerdasanya, test psikotes ketika di SMA juga menunjukkan hal itu, angka kecerdasanya sangat tinggi. Saya amati dia mempunyai kemampuan menghafal yang cukup cepat, dan kemampuanya mengkaitkan materi pelajaran pun sangat cepat. Alhasil walaupun hanya dengan baca 1-2 kali saja ia bisa langsung mengingat dengan apa yang ia baca. Setelah saya tanya-tanya langsung ke dia,ternyata prestasi belajarnya memang “wow“, yaitu sejak SD-SMP ia selalu juara 1, tapi karena agak sedikit bandel jadi sering gonta-ganti pindah sekolah.
Masih dikelas yang sama, saya juga punya teman, dia dikelas juga terhitung pandai. Namun agak berbeda dengan temen sebangku saya yang kerjaanya tidur pas dikelas. Temen saya yang satu ini memang tergolong rajin, ia rajin sekali bertanya, mengulas pelajaran, mengulang-ulang materi yang disampaikan guru, membuat catatan kecil yang bisa dibaca sewaktu-waktu, rajin baca, walaupun untuk menghafal tidak secepat temen saya yang pertama, ia harus mengulang-ulang beberapa kali untuk sampai bisa menghafalnya. Kalau dilihat dari hasil test psikotest temen saya yang ke dua ini hasilnya tingkat kecerdasanya lebih rendah dari temen saya yg pertama. Tapi ia juga lulus dengan nilai yg cukup tinggi.
Apa pelajaran yg bisa diambil 2 ilustrasi di atas?
Pelajaranya adalah sesungguhnya kita sebagai manusia diciptakan oleh Allah SWT mempunya potensi akal yang sama, yang berbeda hanya pada tingkat kecerdasan, yakni berbeda pada tingkat kecepatan menghafal dan kecepatan dalam mengkaitkan antar berbagai macam ragam informasi yg berbeda.
Lalu apa yang dimaksud dengan potensi akal ?
Manusia dikatakan berakal ketika manusia tersebut mempunyai 4 komponen, yang kesemua komponen tersebut harus ada semuanya, karena jika salah satu dari ke 4 komponen itu tidak ada maka tidak ada aktivitas yg disebut akal. 4 komponen itu meliputi :
1. Otak yang sehat
2. Panca indera
3. Fakta yang terindera, dan
4. Informasi sebelumnya berkaitan dengan fakta
Dari 4 komponen akal inilah kita bisa mendefinisikan aktivitas akal (berfikir) adalah sebagai pencerapan terhadap fakta melalui panca indera ke otak, disertai dengan pengetahuan (informasi) yang diperoleh sebelumnya yang dapat menjelaskan (hakekat) fakta tersebut.
Dari definisi akal ini kuncinya jika anda ingin mencerdaskan akal adalah dengan memperbanyak informasi yang berkaitan dengan fakta terindera yang sedang anda pelajari. Caranya dengan banyak membaca, membiasakan rajin bertanya, rajin menuliskan pemahaman yang baru diperolehnya, dan rajin mendiskusikan informasi yang baru diperoleh. Semakin banyak anda melakukan hal itu maka aktivitas berpikir anda akan meningkat, otomatis anda akan semakin cerdas. Hal ini bisa diterapkan disekolah ataupun yang sudah kuliah dalam mata pelajaran yang anda tekuni.mContoh bagaimana cara kita meningkatkan kemampuan dalam bidang matematika? Jawabnya semakin sering anda mengerjakan berbagai macam ragam soal matematika, semakin banyak mengetahui berbagai macam rumus matematika, semakin banyak cara yang anda gunakan untuk menyelesaikan satu soal matematika, maka anda tentu akan semakin cerdas di bidang matematika. Hal ini juga berlaku untuk mata pelajaran yang lain. Kesimpulanya cara mencerdaskan akal yang paling mudah dan paling cepat adalah dengan rajin belajar dalam memperkaya informasi.
Pesan saya pada siapapun yang membaca tulisan ini, belajar yang rajin ya...
Wonosobo, 22/02/2013
Saya punya pengalaman menarik waktu sekolah SMA dulu. Saya dulu punya teman sekelas satu bangku yang kerjaanya kalau pas guru menerangkan di kelas lebih banyak ia gunakan untuk tidur. Sebelum mulai tidur temen saya ini punya kebiasaan berpesan pada saya, “Pristian,kamu dengerin materi yang disampaikan guru ya,nanti kamu terangkan ke saya ya “, kurang lebih begitu pesanya ke saya. Dan uniknya lagi setiap ke sekolah ia hanya bawa 1 buku tulis. Satu buku tulis itu ia gunakan untuk mencatat seluruh mata pelajaran yg diajarkan di sekolah, dan hebatnya catatan yang tertulis dalam bukunya itu hanya beberapa lembar saja alias bukunya masih bersih dari catatan (bisa dibayangkan betapa tidak niatnya temen saya ini sekolah) dan itu dilakukan sampai menjelang ujian akhir nasional kelas 3. Tapi...Akhirnya temen saya ini lulus sekolah dengan nilai matematika tertinggi di kelas. Lho... kapan belajarnya kalau dikelas kerjaanya hanya tidur?
Yang saya amati dari model belajar temen saya ini sangan mirip sistem kebut semalam (SKS), jadi dia belajar jika ada ulangan atau menjelang ujian saja, tapi jangan ditiru ya, karena temen saya ini memang istimewa dari sisi kecerdasanya, test psikotes ketika di SMA juga menunjukkan hal itu, angka kecerdasanya sangat tinggi. Saya amati dia mempunyai kemampuan menghafal yang cukup cepat, dan kemampuanya mengkaitkan materi pelajaran pun sangat cepat. Alhasil walaupun hanya dengan baca 1-2 kali saja ia bisa langsung mengingat dengan apa yang ia baca. Setelah saya tanya-tanya langsung ke dia,ternyata prestasi belajarnya memang “wow“, yaitu sejak SD-SMP ia selalu juara 1, tapi karena agak sedikit bandel jadi sering gonta-ganti pindah sekolah.
Masih dikelas yang sama, saya juga punya teman, dia dikelas juga terhitung pandai. Namun agak berbeda dengan temen sebangku saya yang kerjaanya tidur pas dikelas. Temen saya yang satu ini memang tergolong rajin, ia rajin sekali bertanya, mengulas pelajaran, mengulang-ulang materi yang disampaikan guru, membuat catatan kecil yang bisa dibaca sewaktu-waktu, rajin baca, walaupun untuk menghafal tidak secepat temen saya yang pertama, ia harus mengulang-ulang beberapa kali untuk sampai bisa menghafalnya. Kalau dilihat dari hasil test psikotest temen saya yang ke dua ini hasilnya tingkat kecerdasanya lebih rendah dari temen saya yg pertama. Tapi ia juga lulus dengan nilai yg cukup tinggi.
Apa pelajaran yg bisa diambil 2 ilustrasi di atas?
Pelajaranya adalah sesungguhnya kita sebagai manusia diciptakan oleh Allah SWT mempunya potensi akal yang sama, yang berbeda hanya pada tingkat kecerdasan, yakni berbeda pada tingkat kecepatan menghafal dan kecepatan dalam mengkaitkan antar berbagai macam ragam informasi yg berbeda.
Lalu apa yang dimaksud dengan potensi akal ?
Manusia dikatakan berakal ketika manusia tersebut mempunyai 4 komponen, yang kesemua komponen tersebut harus ada semuanya, karena jika salah satu dari ke 4 komponen itu tidak ada maka tidak ada aktivitas yg disebut akal. 4 komponen itu meliputi :
1. Otak yang sehat
2. Panca indera
3. Fakta yang terindera, dan
4. Informasi sebelumnya berkaitan dengan fakta
Dari 4 komponen akal inilah kita bisa mendefinisikan aktivitas akal (berfikir) adalah sebagai pencerapan terhadap fakta melalui panca indera ke otak, disertai dengan pengetahuan (informasi) yang diperoleh sebelumnya yang dapat menjelaskan (hakekat) fakta tersebut.
Dari definisi akal ini kuncinya jika anda ingin mencerdaskan akal adalah dengan memperbanyak informasi yang berkaitan dengan fakta terindera yang sedang anda pelajari. Caranya dengan banyak membaca, membiasakan rajin bertanya, rajin menuliskan pemahaman yang baru diperolehnya, dan rajin mendiskusikan informasi yang baru diperoleh. Semakin banyak anda melakukan hal itu maka aktivitas berpikir anda akan meningkat, otomatis anda akan semakin cerdas. Hal ini bisa diterapkan disekolah ataupun yang sudah kuliah dalam mata pelajaran yang anda tekuni.mContoh bagaimana cara kita meningkatkan kemampuan dalam bidang matematika? Jawabnya semakin sering anda mengerjakan berbagai macam ragam soal matematika, semakin banyak mengetahui berbagai macam rumus matematika, semakin banyak cara yang anda gunakan untuk menyelesaikan satu soal matematika, maka anda tentu akan semakin cerdas di bidang matematika. Hal ini juga berlaku untuk mata pelajaran yang lain. Kesimpulanya cara mencerdaskan akal yang paling mudah dan paling cepat adalah dengan rajin belajar dalam memperkaya informasi.
Pesan saya pada siapapun yang membaca tulisan ini, belajar yang rajin ya...
Wonosobo, 22/02/2013
Artikel ini Kiriman dari salah satu Alumni kita, Pristian Surono Putro Am.K
lulus tahun 2006 jurusan IPA. Sekarang bekerja sebagai Perawat Asisten
Bedah Instalasi Bedah Sentral ( IBS ) RSUD Setjonegoro Wonosobo.
Artikel × kiriman alumni × PristianSurono × Tips
Beberapa kali ketika ngisi mentoring pelajar, ada satu pertanyaan yang sering ditanyakan ke saya. Pertanyaan itu seputar motivasi belajar. “Mas, gimana sih caranya biar kita selalu bersemangat belajar? karena kadang saya sering males belajar , kira-kira begitu pertanyaan yang sering muncul atau yang serupa dengannya.
Berbicara motivasi berarti berbicara dorongan yang bisa menggerakkan perilaku dan sikap kita. Untuk menjawab pertanyaan di atas maka biasanya saya jawab bahwa ada 3 maacam dorongan motivasi, yang memicu seseorang mau untuk belajar,
Berbicara motivasi berarti berbicara dorongan yang bisa menggerakkan perilaku dan sikap kita. Untuk menjawab pertanyaan di atas maka biasanya saya jawab bahwa ada 3 maacam dorongan motivasi, yang memicu seseorang mau untuk belajar,
Artikel ini Kiriman dari salah satu Alumni kita, Pristian Surono Putro Am.K
lulus tahun 2006 jurusan IPA. Sekarang bekerja sebagai Perawat Asisten Bedah Instalasi Bedah Sentral ( IBS ) RSUD Setjonegoro Wonosobo.
1. Motivasi Material
Motivasi model seperti ini memerlukan kompensasi bersifat materi untuk kemudian melahirkan sikap dan perilaku tertentu. Kelemahan dari motivasi jenis ini adalah tidak permanen dan mudah hilang. Contoh dari motivasi ini misalnya, seorang anak kecil kita kasih permen agar ia mau melaksanakan perintah tertentu dari orang tua. Dorongan materi berupa permen ini akan menggerakkan si anak tadi dengan cepat melaksanakan apa yg menjadi perintah ortunya. Namun diwaktu yg lain ketika ia diperintahkan melaksanakan sesuatu sementara tidak dikasih permen maka ia males tidak mau melaksanakan perintah tersebut.
Atau untuk kasus pelajar yg sedang menempuh kegiatan belajarnya, ia baru akan semangat belajar dengan motivasi yg bersifat materi. Misalnya baru semangat belajar jika di iming-imingi uang Rp.100.000 jika dapat nilai 100, atau semangat belajar dengan kompensasi akan dibelikan motor jika mendapat ranking 1. secara sekilas motivasi yg bersifat material ini memang dapat dengan cepat memberikan semangat,namun sifatnya mudah hilang sesuai dengan kelanggengan material yg didapatkan, dan jika kompensasi material ini hilang maka dalam waktu yg bersamaan hilang pula motivasi belajar. Tidak layak untuk dijadikan motivasi belajar !
2. Motivasi Emosional
Motivasi model seperti ini bersifat dorongan emosional ( perasaan ). Jenis motivasi model seperti ini sering dipakai oleh para motivator untuk memberikan suntikan semangat yg bersifat emosional. Coba kita lihat taraining-training motivasi menjelang ujian akhir nasional mampu mengaduk-aduk perasaan para siswa peserta training menangis ketiak diceritakan kisah sendu,atau bisa membuat para siswa merasa lebih bersemangat dalam menghadapi ujian diceritakan kisah sukses seseorang. Namun beberapa hari setelah usai training motivasi beberapa siswa mengeluhkan kambuh rasa malas dan gak semangat belajar lagi. Jenis motivasi ini lebih baik jika dibandingkan dengan jenis motivasi yg pertama, walaupun mempunyai kelemahan bersifat temporal karena sifat perasaan yg mudah berubah-ubah. Menurut hemat saya, para pelajar membutuhkan motivasi yg lebih dahsyat dari sekedar motivasi yg sifatnya emosional. Motivasi apa itu ?
3. Motivasi Ruhiah
Jika dibandingkan 2 jenis motivasi yg sebelumnya,maka motivasi ini lebih kuat efeknya, karena didasarkan pada keyakinan spiritual yg sifatnya mengikat perilaku. Saya sering sampaikan bahwa motivasi anda belajar bukan karena dorongan materi atau emosional belaka,tetapi lebih dari itu adalah bahwa belajar ( menuntut ilmu ) adalah kewajiban setiap manusia, jika dilaksanakan mendapat pahala,jika ditinggalkan diancam neraka, jadi tinggal dilaksanakan saja, mau ada kompensasi materi atau tidak, pas lagi semnagat atau lagi gak semangat , lakukan saja. insyaAllah dorongan motivasi ruhiah ini akan menumbuhkan perilaku belajar yg permanen,dan konsisten. dan motivasi inilah yg harus ditanamkan dalam diri para pelajar ketika ia mulai belajar.
Wonosobo, 19-02-2013

