Tampilkan postingan dengan label Bu Nikmah. Tampilkan semua postingan
berita foto × Bu Nikmah × citizen journalism
Di tengah-tengah perbaikan template, dan entah apa kesibukan teman-teman di sana. Mari refresh otak sejenak dengan mengobati kangen kita terhadap beliau-beliau, dua wanita hebat yang telah sedemikian rupa memajukan SMA kita tercinta. Jeprett...
Foto Bu Nikmah Nurbaity (kanan), kepala SMA Negeri 5 Purworejo sekarang bersama Bu Sri Sujarotun, kepala sekolah sebelumnya, di salah satu diklat. Foto diambil dari wall Bu Nikmah. Mohon ijin buu :D Semoga makin suksess...
Foto Bu Nikmah Nurbaity (kanan), kepala SMA Negeri 5 Purworejo sekarang bersama Bu Sri Sujarotun, kepala sekolah sebelumnya, di salah satu diklat. Foto diambil dari wall Bu Nikmah. Mohon ijin buu :D Semoga makin suksess...
Artikel Guru × Bu Nikmah
Salam Kreatifa...
Alhamdulillah kita semua diberi kesehatan dan keselamatan sehingga kita bisa memasuki akhir tahun 2012. pada akhir tahun 2012 ini mari kita lihat kembali perjalanan kita selama satu tahun, dari bulan Januari sampai Desember. kita lakukan refleksi, melihat kembali dan mencermati langkah-langkah kita, hal-hal yang telah kita lakukan dan harapan serta target yang telah kita capai. sudahkah kita lakukan usaha maksimal untuk mencapai target-target kita? Atau kita belum berusaha maksimal dan baru melakukan sedikit usaha?
Selama paruh ke dua tahun 2012 atau semester 1 tahun ajaran 2012/2013 SMA Negeri 5 Purworejo telah meraih banyak prestasi. Kejuaraan yang diraih siswa-siswa SMA Negeri 5 Purworejo semakin membanggakan. Juara teknologi tepat guna, juara MC Bahasa Jawa, Juara story telling bahasa Inggris, Juara geguritan dan juara menulis Cerpen Tingkat Jateng. Kegiatan-kegiatan akademis dan non akademis semakin banyak dilakukan seperti kunjungan ke Malaysia, kunjungan ke sekolah Internasional di Salatiga, pelatihan motivasi, classmeeting, menulis surat untuk guru dll.
Kegiatan peningkatan prestasi hasil belajar siswa dilakukan dengan pemberian reward untuk siswa siswa berprestasi, pelaksanaan pengayaan dan try out untuk kelas XII. Kegiatan ekstra untuk memberi bekal keterampilan dan pengembangan diri dilaksanakan dengan baik.
Yang tidak kalah pentingnya, terima kasih untuk Tim Redaksi Kreatifa yang telah bekerja keras menyelesaikan edisi kali ini. Terima kasih untuk ide ide dan gagasannya untuk naskah naskahnya dan untuk semangatnya sehingga Kreatifa dapat terbit pada waktunya.
Selamat dan sukses selalu.
Salam
Nikmah Nurbaity
Alhamdulillah kita semua diberi kesehatan dan keselamatan sehingga kita bisa memasuki akhir tahun 2012. pada akhir tahun 2012 ini mari kita lihat kembali perjalanan kita selama satu tahun, dari bulan Januari sampai Desember. kita lakukan refleksi, melihat kembali dan mencermati langkah-langkah kita, hal-hal yang telah kita lakukan dan harapan serta target yang telah kita capai. sudahkah kita lakukan usaha maksimal untuk mencapai target-target kita? Atau kita belum berusaha maksimal dan baru melakukan sedikit usaha?
Kegiatan peningkatan prestasi hasil belajar siswa dilakukan dengan pemberian reward untuk siswa siswa berprestasi, pelaksanaan pengayaan dan try out untuk kelas XII. Kegiatan ekstra untuk memberi bekal keterampilan dan pengembangan diri dilaksanakan dengan baik.
Yang tidak kalah pentingnya, terima kasih untuk Tim Redaksi Kreatifa yang telah bekerja keras menyelesaikan edisi kali ini. Terima kasih untuk ide ide dan gagasannya untuk naskah naskahnya dan untuk semangatnya sehingga Kreatifa dapat terbit pada waktunya.
Selamat dan sukses selalu.
Salam
Nikmah Nurbaity
Artikel Guru × Bu Nikmah
Bagaimana ceritanya bisa mewakili Indonesia di Konferensi Guru Bahasa Inggris di Finlandia?
Karena di berbagai forum di Purworejo saya lancar dan bagus saat mengutarakan pendapat dalam bahasa Inggris, akhirnya saya sering diberi tugas penting seperti Konferensi Bahasa Inggris Nasional di Bogor tahun 2002.
Saat itu saya belum kenal e-mail. Sepulang dari Bogor, saya segera ngambil kursus internet. Setelah itu saya dapat tugas ke Australia pada awal 2002 selama 6 bulan. Saya stres karena harus meninggalkan keluarga dan si bungsu. Saya berdoa, "Ya Tuhan, lebih baik saya tidak berangkat, tapi berikanlah saya kesempatan lain." Ternyata Tuhan mendengar doa saya. Saya tak jadi berangkat dan dapat tawaran tes ke Finlandia.
Apa saja tes yang harus dilalui?
Saya diwawancarai Dinas Pendidikan Menengah Umum (Dikmenum) sekitar 1 jam dengan bahasa Inggris, untuk menentukan lolos-tidaknya. Yang dibicarakan, antara lain, penggunaan dan manfaat internet. Selain itu, bila nantinya terpilih, saya harus bikin suatu proyek. Beruntung saya suka menulis dan sudah terbayang proyek yang saya buat, yaitu role playing in learning English yang sebenarnya akan saya lombakan dalam karya guru. Saya lolos dan mewakili Indonesia ke Finlandia dan yang bikin surprise, saya harus berangkat sendiri karena dananya, sekitar Rp 30 juta, hanya cukup untuk satu orang. Bila saya tidak bersedia berangkat, akan digantikan finalis lain. Saya pikir, kesempatan enggak datang dua kali dan dengan percaya diri saya berangkat ke Tampere, Finlandia. Padahal, ke Jakarta sendiri saja belum pernah.
Apa saja kegiatan Anda di Finlandia?
Konferensi tersebut dihadiri oleh 55 guru dari sekitar 17-18 negara Asia-Eropa, seperti Jepang, Swedia, Finlandia, Jerman, Belanda, Singapura dan lain-lain. Hasilnya adalah pembentukan cyber classroom (CC), yaitu wadah bagi siswa Asia-Eropa untuk bertukar segala sesuatu melalui internet.
Stressing-nya pada pertukaran budaya dan pendidikan. Dari hasil konferensi tersebut kami membentuk kelompok dan menjalankan suatu proyek, dengan syarat, kelompok tersebut terdiri dari campuran antara negara Asia dan Eropa.
Saya bekerja sama dengan Swedia yang diwakili oleh Ulla Dahlstorm dan Jan karena saya merasa cocok dengan mereka. Proyek itu kami beri nama Ndolalak and Hambo.
Ndolalak adalah nama tarian klasik dari Purworejo sedangkan Hambo adalah tarian dari Swedia. Ceritanya, ketika sedang breakfast, pihak Swedia yaitu dari Gymnasiest High School, memberi nama "virtual school". Saya kurang setuju karena nama itu tidak mencerminkan exchange kebudayaan.
Akhirnya kami sepakat memberi nama Ndolalak and Hambo. Pada proyek tersebut kami bertukar informasi kebudayaan, tata kehidupan, agama, dan lain-lain. Kami membuat situs untuk kerja siswa dan situs itulah yang dinilai. Semula, mereka men-set up situs dan kami saling meng-combine dan compare. Situs kami masuk lima besar dan pernah dipresentasikan dalam Konferensi Guru Internasional ke-3 di Bogor. Tapi kami masih terus bekerja keras lagi karena bila tahun depan kami berhasil jadi finalis, akan diundang ke Jerman.
Dalam situs itu kami bercerita tentang beberapa elemen penting seperti everyday life, yang berisi cerita siswa kedua negara, termasuk di dalamnya adalah teenagers life (kehidupan remaja). Di sini kami munculkan perbedaan budaya dan kebiasaan mencolok, seperti kebiasaan ke night club, makanan, dan sekolah. Ada juga tentang pendidikan, olahraga, dan pelajaran favorit. Kami juga tukar-menukar cerita rakyat, tempat wisata, dan agama.
Bisa diterangkan lebih rinci tentang CC?
Intinya, CC adalah pertukaran pelajar via internet yang menekankan pada bidang seni, budaya, pendidikan dan tata kehidupan sehari-hari dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Untuk proyek ini kami pilih siswa yang bahasa Inggris-nya produktif dan bisa internet. Kami juga libatkan beberapa siswa dari sekolah lain untuk percontohan.
Awalnya kami menulis dan membahas hasil tulisan tersebut karena kami punya kelas speaking. Hasil tulisan itu di-download dan dibahas dalam kelas tersebut. Hal ini untuk melatih siswa agar bisa berbahasa Inggris dan have something to say in English. Dalam arti, punya bahan dan pengetahuan untuk didiskusikan. Setiap minggu kami selalu berhubungan dengan Gymnasiest, apalagi saya sebagai koordinator yang setiap saat kontak dengan koordinator Swedia, yaitu Ulla Dahlstorm dan Torbjorn Larsson. Di Indonesia, baru SMU 7 Purworejo dan Paramadina School ikut CC Asia-Eropa di bawah Yayasan ASEM (Asia and Europe Meeting).
Apa saja tujuan CC?
Tujuannya antara lain agar siswa bisa berkomunikasi dengan bahasa Inggris, menjalin hubungan antarpribadi yang harmonis antarnegara Asia-Eropa dengan kata lain building a personal relation sehingga bisa menggalang peace of the world. Tujuan lain adalah memperkenalkan dan mengembangkan teknologi dan informasi sebagai alat belajar dalam dunia pendidikan. Namun, tidak hanya melulu pertukaran budaya saja, lho, ada juga CC yang saling bertukar ilmu pengetahuan, dan lingkungan. Siswa saya bangga dan antusias karena bisa mewakili Indonesia dan melaksanakan proyek ini. Guru-guru juga sangat mendukung.
Adakah kendala penerapan CC ini?
Ada. Pertama, hanya bisa praktik pada hari Minggu karena komputer masih jadi satu dengan laboratorium komputer. Alhamdulillah, kami dapat bantuan dari Dinas Pendidikan Pusat sebesar Rp 50 juta untuk membangun ruang internet. Kedua, soal web design, kami masih kalah jauh dengan negara lain, seperti Singapura. Karena bentuk web termasuk dalam penilaian pemanfaatan teknologi informasi. Seberapa bagusnya hasil web menunjukkan seberapa mantap penguasaan teknologi.
Artikel Guru × Bu Nikmah
Sebagai hadiah Kepala Sekolah Berprestasi Nasional
Oleh: Nikmah Nurbaity, M.Pd
Saya mendapatkan kesempatan mengikuti kunjungan pendidikan di Cina pada akhir tahun 2011 bersama rekan dari beberapa propinsi. Berikut sedikit tentang pendidikan di Cina.
Kunjungan pendidikan dilaksanakan di dua sekolah menengah yaitu sekolah Shanghai Science and Technology Management School dan sekolah Guangdong Electronic Technology College di Guangzhou. Pendidikan di Cina menekankan sistem pendidikan wajib belajar 9 tahun. Siswa belajar mulai pendidikan pra-sekolah yaitu umur 3–6 tahun, pendidikan dasar yaitu usia 6–12 tahun, dimana sebelumnya hanya 5 tahun dan sekarang ditambah menjadi 6 tahun. Setelah pendidikan dasar siswa belajar selama 3 tahun di sekolah menengah yaitu 3 tahun sekolah menengah pertama dan 3 tahun sekolah menengah atas.
Di Sekolah Menengah Atas siswa sudah mengambil jurusan sesuai dengan bakat dan ketertarikan mereka. Setelah sekolah menengah, siswa belajar di pendidikan tinggi yaitu di universitas, akademi atau institut. Sekolah Shanghai Science and Technology Management School merupakan sekolah yang bekerja sama dengan Ocean University, sebuah universitas terkemuka di Shanghai. Sekolah ini memilki jurusan yang beragam. Jurusan yang tersedia seperti computer, mesin AC, memasak, mesin produksi, perdagangan dan lain lain. Sekolah ini memproduksi lulusan yang nantinya 90% langsung bekerja dan hanya kurang lebih 10% melanjutkan kuliah. Lulusan dari sekolah ini bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah di lapangan.
Pakaian siswa sehari hari adalah pakaian sejenis pakaian olah raga atau setelan atas bawah dari bahan kaos untuk memudahkan siswa melakukan banyak pekerjaan praktek di bengkel. Siswa belajar selama 3 tahun dengan 2 tahun belajar di sekolah dan 1 tahun belajar di luar sekolah praktek di perusahaan maupun di pabrik. Siswa membayar uang sekolah yang tidak begitu tinggi. Untuk gedung dan peralatan semua ditanggung oleh pemerintah. Peralatan yang tersedia mendukung proses pembelajaran, misalnya untuk siswa jurusan tataboga, peralatan dapur yang tersedia menggunakan peralatan dapur untuk produksi masal seperti di pabrik. Sekolah yang ke dua adalah sebuah sekolah kejuruan juga di Guangzholeconic Technology College. Sekolah kejuruan ini memilki gedung bangunan setinggi 4 lantai dengan area yang cukup luas.
Sekolah ini merupakan sekolah yang maju di Guangzhou. Sekolah ini memiliki siswa 3.035, pelatih 4272 dan 1030 siswa di jurusan tekhnologi komputer. Jumlah gurunya 106, gutu IT electro sebanyak 67 dan dosen yang mengajar di sekolah sebanyak 31 dan 41 guru dengan double sertificates. Pemberdayaan guru dilakukan dengan pelatihan di dalam sekolah, belajar mandiri maupun pelatihan di luar sekolah ke tingkat provinsi. Siswa di sekolah ini tidak mengenakan seragam pada hari hari biasa, mereka mengenakan pakaian bebas seperti jins, kaos, blouse atau T shirt.
Dari dua sekolah yang dikunjungi beberapa hal yang menjadi catatan adalah:
1. Pemerintah Cina menanggung biaya pembangunan gedung dan fasilitas sekolah
2. Siswa membayar biaya sekolah yang ringan
3. Pembelajaran di kelas lebih riil memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata. Contohnya ketika sebuah kelas sedang belajar ekonomi, setiap siswa memegang uang kertas tiruan banyak sekali dan mereka belajar menghitung uang dengan jari seperti yang harus dilakukan oleh pegawai bank.
4. Kurikulum di sekolah diberi garis besar oleh pemerintah, tetapi dikembangkan oleh sekolah sesuai dengan kebutuhan dna potensi yang dimiliki sekolah masing masing.
5. Seragam siswa membuat siswa nyaman belajar, yaitu setelan training untuk siswa kejuruan atau pakaian bebas bukan seragam
6. Pembelajaran dilakukan 4 jam pelajaran pada pagi hari yaitu 2 jam awal dimulai jam 08 00 kemudian istirahat, dilanjutkan 2 jam pelajaran ke dua, makan siang dan istirahat dilanjutkan 2 jam pelajaran pada siang hari dimulai jam 13.30.
7. Siswa sekolah kejuruan, belajar selama 2 atau 3 tahun di sekolah dan 1 tahun belajar kerja di lapangan.
8. Pemberdayaan guru dilakukan dengan pelatihan di sekolah atau mengirim guru guru ke pelatihan tingkat propinsi.
9. Terdapat dosen dari perguruan tinggi yang mengajar di sekolah menengah
